Jum'at, 19 Januari 2018
Buat situs ke favorite
Buat halaman ke favorite
Jadikan halaman utama
Print Halaman

RSS-Sindikasi





Sindikasi

Pendahuluan
Ditulis oleh Administrator   
Saturday, 28 February 2009
    Fisiologi tumbuhan merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut dapat hidup. Dengan mempelajari fisiologi tumbuhan, kita akan dapat lebih memahami bagaimana sinar matahari dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk menghasikan karbohidrat dari bahan baku anorganik berupa air dan karbondioksida, mengapa tumbuhan membutuhkan banyak air, bagaimana biji berkecambah, mangapa tumbuhan layu jika kekeringan dan berbagai macam gejala lainnya yang ditampakkan oleh tumbuhan.
    
    Pada dasarnya gejala gejala yang ditampakkan oleh tumbuhan dapat di jelaskan berdasarkan prinsip kimia dan fisika. Beberapa proses metabolisme telah dapat dijelaskan secara rinci tentang prinsip prinsip kimia dan fisika yang terlibat, dimana penjelasan ini telah dapat diterima oleh para ahli fisiologi tumbuhan. dengan meyakini bahwa bahwa setiap proses metabolisme pada tumbuhan dapat dijelaskan secara kimia dan fisika, maka jelas bahwa pengetahuan dasar tentang prinsip prinsip kimia dan fisika merupakan bekal utama untuk mengkaji secara mendalam setiap fenomena fisiologi tumbuhan.
 
   Organisme yang menjadi sasaran dalam kajian fisiologi tumbuhan meliputi semua jenis tumbuhan, dari tumbuhan satu sel seperti halnya bakteri hingga pada tumbuhan tingkat tinggi. bila dikaitkan dengan 5 kelompok organisme berdasarkan klasifikasi yang baku, maka fisiologi tumbuhan mengkaji tentang metabolisme pada organisme yang tergolong monera, sebagian protista (yakni beberapa jenis ganggang dan lumut), fungi (jamur), dan plantae. walaupun demikian pada kenyataannya yang menjadi sasaran utama ahli fisiologi tumbuhan adalah organisme dari kelompok plantae, terutama ganggang hijau, tumbuhan berdaun jarum, monokotil dan dikotil.
 
    Fisiologi tumbuhan dapat dibagi menjadi beberapa cabang sesuai dengan ruang lingkup pokok bahasannya yaitu :
 
    1). Fisiologi tanaman
 
         Cabang fisiologi ini mengkaji proses proses metabolisme pada tanaman budidaya, jadi tidak termasuk tumbuhan yang tergolong monera, protista dan fungi, serta tumbuhan tingkat tinggi yang tidak dibudidayakan.
 
    2). fisiologi lepas panen
 
          Cabang fisiologi tumbuhan ini menelaah tentang proses fisiologi yang terjadi pada organ hasil setelah organ tersebut dipanen. reaksi reaksi yang terjadi umumnya bersifat katabolik, yakni penguraian senyawa senyawa bermolekul besar (atau lebih kompleks) seperti pati, selulosa, protein, lemak dan asam nukleat menjadi senyawa senyawa yang bermolekul kecil (atau yang lebih sederhana strukturnya). Usaha usaha untuk memanipulasi laju reaksi katabolik yang terjadi untuk tujuan memperpanjang kesegaran organ hasil merupakan manfaat utama dan menjadi tujuan dari telaah fisiologi lepas panen.
 
   3. Ekofisiologi
 
        membahas pengaruh faktor faktor lingkungan terhadap berbagai proses metabolisme tumbuhan, mencakup pengaruh positif dan negatif bagi tumbuhan dan kepentingan manusia.
 
    4. fisiologi benih
 
        Mempelajari proses perkecambahan benih, melibatkan berbagai tahapan dan proses yang mengikutinya.
Terakhir Diperbaharui ( Friday, 06 March 2009 )
 
Energi dan produksi pertanian
Ditulis oleh web master   
Saturday, 28 February 2009
Pada dasarnya pertanian berurusan dengan perubahan energi matahari ke bentuk energi yang bermanfaat bagi manusia, baik dalam bentuk seratan maupun pangan. Dalam menaikkan produksi pertanian, haruslah kita memperhatikan seluruh fase fase transformasi energi, dari matahari ke meja makan. Setiap hari manusia rata rata menggunakan 810 gr bahan tanaman yang mengandung 315 gr karbon.
 
Belakangan ini cukup banyak usaha usaha yang dilkakukan ahli biologi yang mencoba mengkuantitatifkan produktifitas tanaman. Bidang ini yang disebut ekologi produksi. Memperhatikan penangkapan energi penyinaran pada fotosintesis, pengubahannya pada energi kimia dan alirannya lewat tanaman dan hewan. 
 
Tujuan utama ahli ahli pertanian adalah untuk menaikkan keefisienan pengubahan energi matahari ke produk yang berfaedah. Walaupun telah biasa menggunakan satuan satuan sehari hari (sepikul jagung, sekeranjang kentang), satuan satuan yang lebih baik untuk mengukur energi telah tersedia. Produktifitas tanaman dapat dengan tepat ditaksir dengan mengukur baik oksigen yang dikeluarkan maupun karbondioksida yang digunakan dalam proses fotosintesis. Juga mungkinlah untuk menduga produksi dengan menentukan jumlah klorofil yang terdapat pada jumlah vegetasi tertentu pada luasan tanah tertentu.
 
Penggunaan energi untuk mengukur produktifitas memerlukan suatu satuan tunggal yaitu kalori. Mungkin kelak banyak hasil hasil pertanian yang dinikmati tidak akan diproduksi di tanah pertanian lagi, tetapi dibuat secara kimia dari komponen komponennya. Bila keadaan demikian dapat tercapai, produksi pertanian dapat disalurkan pada tanaman tanaman yang memberikan produktifitas maksimum dari salah satu atau lebih kebutuhan dasar dari menu manusia. Misalnya tanaman tertentu akan ditanam terutama untuk yang kandungan kalorinya tinggi.
 
Salah satu anomali yang dihadapi masa kini adalah bahwa beberapa daerah dari dunia dikaruniai surplus pertanian, dan yang lainnya terancam kekurangan. di daerah daerah yang sedang berkembang, produktifitas tanah dapat dinaikkan dengan banyak teknik pertanian yang sudah merupakan hal rutin di negara negara maju dewasa ini. Di daerah yang penuh tanaman, beberapa faktor seperti cahaya, kelembaban tanah, dan hara sering merupakan faktor dalam keadaan kekurangan. Ini semua merupakan faktor pembatas pertumbuhan dan yang selalu menjadi urusan setiap ahli pertanian.
 
Teknologi yang penting untuk identifikasi dan mengatasi faktor faktor pembatas serta mencegah musuh tanaman seperti hama, penyakit, gulma, haruslah merupakan arah kemana perbaikan pertanian dinegara sedang berkembang dilaksanakan. Pemupukan merupakan satu alat yang paling ampuh untuk menaikkan produksi tanaman.
Terakhir Diperbaharui ( Saturday, 07 March 2009 )
 
Tanah untuk kehidupan
Ditulis oleh web master   
Saturday, 28 February 2009
Tanah adalah produk transformasi mineral dan bahan organik yang tereletak di permukaan sampai kedalaman tertentu  yang dipengaruhi oleh faktor faktror genetis dan lingkungan yakni bahan induk, iklim, organisme hidup, topografi dan waktu yang berjalan selama kurun waktu yang sangat panjang, yang dapat dibedakan dari ciri ciri bahan induk asalnya baik secara fisik, kimia, biologi dan morfologinya.
 
Tanah bersama air dan udara merupakan sumber daya alam utama yang sangat mempengaruhi kehidupan. Kesetimbangan ketiganya sangat tergantung pada bagaimana kita mengelola tanahnya. Sebagai contoh penanaman tanaman pangan di lahan lahan miring dapat menyebabkan erosi yang selanjutnya dapat menyebabkan buruknya kualitas badan badan air dan lahan gundul. Kualitas air dan tanah yang tidak baik akan berpengaruh tidak baik pada penduduk di sekitarnya.
 
Tanah juga sebagai sumber unsur hara yang di butuhkan tanaman. Berdasarkan fungsi spesifik di dalam tanaman, ada 16 unsur hara yang mutlak di butuhkan tanaman dan disebut unsur hara essensil. Dari 16 unsur hara essensil tersebut, ada 13 unsur hara yang diambil tanaman dari tanah, sedangkan lainnnya yaitu C, H dan O di ambil dari udara dan air.  Konsentrasi ke 13 unsur hara tersebut bervariasi dan berubah ubah berdasarkan tempat dan waktu. 
 
Tanah juga merupakan media yang sangat baik untuk mendaur ulang dan mengurangi sifat meracun bahan bahan organik, serta untuk mendaur ulang banyak unsur dan gas gas global. Karena kemampuan tanah tersebut maka hingga sekarang tanah menjadi alternatif pertama untuk pembuangan limbah yang sangat murah. Tanah yang tidak dapat menjalankan fungsi fungsinya dengan baik dikatakan tanah tidak subur. 
 
Banyak negara termasuk Indonesia, telah menerapkan kebijakan kebijakan pengawetan atau konservasi untuk melindungi tanah, menjaga dan melindungi sumber sumber penghasil makanan dan memelihara hara, kualitas air dan udara. akan tetapi tanah secara terus menerus mengalami kemunduran yang ditunjukkan oleh salinitas, kemasaman, erosi, eutorifikasi, timbulnya senyawa beracun, tidak setimbangnya unsur hara, yang akhirnya tanah tidak mampu mendukung pertumbuhan tanaman dan bahkan menjadi masalah besar bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
 
Kesehatan tanah memberikan hubungan pada kesehatan tanaman, hewan dan manusia. Sebagai contoh, tanah yang sehat dapat menumbuhkan tanaman yang sehat yang sangat penting bagi sumber pangan hewan dan manusia. Tanah tanah yang sehat akan memberikan sumbangan yang besar pada kualitas tanah. Kualitas tanah dapat dipandang dengan dua cara yang berbeda yaitu:
 
      1. Sebagai sifat inherent tanah yang dapat digambarkan dari sifat sifat tanah atau hasil observasi tidak langsung 
 
      2. Sebagai kemampuan tanah untuk menampakkan fungsi fungsi produktifitas, lingkungan dan kesehatan.
Terakhir Diperbaharui ( Saturday, 21 March 2009 )
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 10 - 13 dari 13

Brosur Kaptan

Pencarian google

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini31
mod_vvisit_counterKemarin37
mod_vvisit_counterMinggu ini154
mod_vvisit_counterBulan ini553
mod_vvisit_counterTotal pengunjung336716

Berita

Sekilas Pertanian

Sekilas Perkebunan

Sekilas Agribisnis