Minggu, 26 Oktober 2014
Halaman Depan

Aplikasi kaptan

PDF 
aplikasi kaptan
Aplikasi : disebarkan merata ke permukaan tanah dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah atau sama dengan
aplikasi pupuk yang digunakan.
 
 
Buat situs ke favorite
Buat halaman ke favorite
Jadikan halaman utama
Print Halaman

RSS-Sindikasi





Sindikasi

Masalah kesuburan tanah masam PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Web Master   
Thursday, 26 February 2009

Gambaran umum ciri tanah mineral masam

Tanah mineral masam di dunia terdiri atas 7 ordo tanah. Akan tetapi tanah mineral masam terluas dan yang paling bermasalah di Indonesia adalah Ultisol dan podsolik merah kuning menurut system klasifikasi lembaga penelitian tanah. Oleh karena itu masalah tanah mineral masam di Indonesia dapat di gambarkan oleh kelakuan dan berbagai masalah tanah Ultisol dan podsolik merah kuning. Secara singkat tim lembaga penelitian tanah telah menyajikan ciri utama dari tanah podsolik merah kuning sebagai berikut:

  1. Terbentuk pada daerah dengan curah hujan antara 2.500 hingga 3.000 mm tiap tahun dengan bulan kering lebig dari 3 bulan.
  2. Terhampar pada lanskap tua bergelombang hingga berbukit dan berada pada ketinggian lebih dari 25 m diatas permukaan laut.
  3. Tekstur tanah adalah liat, struktur blok di lapisan bawah, konsistensi teguh, serta dijumpai adanya plintit serta konkresi besi.
  4. Kemasaman tanah umumnya tinggi dengan pH kurang dari 5,5.
  5. Kadar bahan organik berkisar dari rendah hingga sedang.
  6. Kapasitas tukar kation umumnya kurang dari 24 me/100g liat dan kejenuhan basa kurang dari 35 %.
  7. Permeabilitas lambat sampai baik dan sangat peka terhadap erosi.
Dari penelitian yang di adakan di Lampung ternyata bahwa disamping pH rendah dan kadar hara NPK rendah, kadar almunium dapat dipertukarkan yang cukup tinggi dapat menjadi faktor pembatas bagi usaha pertanian pada tanah podsolik merah kuning. Almunium yang dapat dipertukarkan dan yang ada didalam larutan tanah menjadi racun bagi tanaman, sehingga menjadi penyebab pertumbuhan tanaman yang buruk pada tanah tanah masam. Fosfor yang ada didalam tanah atau yang ditambahkan dalam bentuk pupuk akan segera diikat oleh Al menjadi bentuk P yang tidak larut dan tidak tersedia bagi tanaman.
 
Masalah serupa juga telah di kemukakan oleh Sanchez (1977) yang mengungkapkan bahwa masalah yang di hadapi pada tanah tanah tropika basah seperti halnya oxisol dan ultisol antara lain adalah fiksasi P yang tinggi, keracunan Al, kekurangan unsur unsur hara penting dan kapasitas memegang air yang rendah. Perbaikan kesuburan podsolik merah kuning dapat dilakukan melalui pangapuran. Dengan cara ini pH naik dan sifat meracun dari almunium serta keaktifan dari almunium untuk mengikat P dapat diminimumkan. Pemupukan NPK serta pemberian bahan organik dan atau pengembalian sisa panen perlu mengiringi tindakan tersebut.

 

Terakhir Diperbaharui ( Tuesday, 03 March 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Brosur Kaptan

Spesifikasi Kaptan

PDF 

 kaptan

Kadar CaCO3 + MgCO3        91. 53 %
Kadar CaO     + MgO               50. 23 %
Kadar Air Saat dikemas         1.00    %
Mesh 40 - 100                          82. 01 %  
Berat bersih perkemasan      50      Kg

 

Pencarian google

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini6
mod_vvisit_counterKemarin111
mod_vvisit_counterMinggu ini914
mod_vvisit_counterBulan ini2991
mod_vvisit_counterTotal pengunjung228846

Berita

Sekilas Pertanian

Sekilas Perkebunan

Sekilas Agribisnis