Rabu, 17 Januari 2018
Halaman Depan

Aplikasi kaptan

PDF 
aplikasi kaptan
Aplikasi : disebarkan merata ke permukaan tanah dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah atau sama dengan
aplikasi pupuk yang digunakan.
 
 
Buat situs ke favorite
Buat halaman ke favorite
Jadikan halaman utama
Print Halaman

RSS-Sindikasi





Sindikasi

Pembentukan tanah masam PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Web Master   
Thursday, 26 February 2009
Secara umum pembentukan tanah merupakan hasil kerja sama dari 5 faktor yaitu: iklim, makhluk hidup (terutama vegetasi), bahan induk, topografi (relief) dan waktu. Dua faktor pertama disebut faktor aktif dan sangat menentukan kelakuan tanah yang terbentuk. Sedangkan 3 faktor terakhir merupakan faktor pasif. Ditinjau dari faktor iklim, curah hujan dan temperatur merupakan penentu utama perilaku tanah yang terbentuk apakah akan menjadi basa atau masam. Secara alamiah tanah masam terbentuk akibat curah hujan yang tinggi dan bahan induk yang masam. Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan pelarutan dan penghanyutan kation kation basa. Selanjutnya bahan induk yang kaya Al, akan membebaskan sejumlah Al, dan kemudian mengalami hidrolisis dengan membebaskan sejumlah ion hidrogen yang memasamkan tanah. Di samping itu tanah masam juga dapat terjadi akibat oksidasi mineral pirit yang menghasilkan tanah sulfat masam. Tanpa di sadari tindakan budidaya juga dapat memperluas tanah bereaksi masam, seperti akibat penggunaan pupuk yang meninggalkan reaski asam.
 
Pelarutan dan Penghanyutan Basa Basa
 
Pada prinsipnya tanah masam terbentuk akibat curah hujan yang melebihi kebutuhan tanah dan tanaman untuk evaporasi dan transpirasi. Air yang berlebih akan berkesempatan melarutkan basa basa dari mineral primer dalam batuan induk, kemudain membawa hanyut basa basa yang terlarut tersebut. Secara sederhana proses tersebut dapat di lukiskan dengan reaski kimia berikut ini:
 
 
                       2KAISi3O8+3H2O__________________________________Al2Si2O5(OH)4+4SiO2+2K+OH-
                      (Veslpat)                                                                                        (Kaolinit)
 
                       3KAISi3O8+2H2O_____________________________KAl3Si3O10(OH)2++6SiO2+2K++2O
                       (Velspat)                                                                                        (IIIit)
 
 
Dari kedua reaski kimia tersebut tampak bahwa sejumlah kation K dibebaskan untuk di larutkan dan masuk kedalam larutan tanah. Sebagian dari ion K yang terlarut ini dapat di serap oleh tanaman, tetapi jika air berlebih maka sebagian ion K akan terbawa hanyut. Dengan cara yang hampir sama basa basa lainnya seperti Ca, Mg, dan Na juga akan menghilang dari kompleks jerapan dan yang tertinggal adalah kation kation yang mempunyai kemampuan terikat kuat dengan koloid tanah seperti Al dan H. 
Terakhir Diperbaharui ( Tuesday, 03 March 2009 )
 
Berikutnya >

Brosur Kaptan

Spesifikasi Kaptan

PDF 

 kaptan

Kadar CaCO3 + MgCO3        91. 53 %
Kadar CaO     + MgO               50. 23 %
Kadar Air Saat dikemas         1.00    %
Mesh 40 - 100                          82. 01 %  
Berat bersih perkemasan      50      Kg

 

Pencarian google

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini28
mod_vvisit_counterKemarin20
mod_vvisit_counterMinggu ini81
mod_vvisit_counterBulan ini480
mod_vvisit_counterTotal pengunjung336643

Berita

Sekilas Pertanian

Sekilas Perkebunan

Sekilas Agribisnis